AzPro News

Untuk Mengatasi Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Dinkes Kota Tangerang

Azcapro – Upaya untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mengatasi gizi buruk pada anak di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mensosialisasikan ‘Ayo Makan Buah dan Sayur Setiap Hari’ dalam tiap kesempatan kegiatan peyuluhan ‘car free day’ di Kota Tangerang.

Selain itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Kota Tangerang juga mendistribusikan vitamin A ke masing – masing puskesmas sebagai langkah preventif untuk meminimalisir terjadinya gizi buruk.

“Nanti pada bulan Februari 2017 akan melakukan pemantauan status gizi yang akan dilakukan serentak di seluruh pos pelayanan terpadu (Posyandu-red) yang ada di Kota Tangerang,” ujar Yuni Pradila, Kasi Gizi Masyarakat, Dinkes Kota Tangerang kepada PenaMerdeka.com, Rabu (25/01) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut nantinya kata Yuli, akan dicatat mana yang statusnya gizinya baik dan masih kurang bagus. Dan saat ini menurutnya untuk mengatasi gizi buruk Dinkes Kota Tangerang memiliki program Homecare yaitu berkunjung ke setiap rumah dengan slogan “Kami Datang Kami Layani”.

“Setiap Puskesmas akan melaporkan hasil kunjungannya dan apa yang menjadi persoalan masyarakat mengenai kesehatan ketika menemukan satu kasus di salah satu rumah maka akan di data juga rumah yang ada di sekelilingnya khawatir ada resiko kesehatan yang berdampak pada lingkungan di sekelilingnya,” terangnya.

Menurutnya, langkah cepat dalam mengatasi gizi buruk yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengetahui anak tersebut kurang gizi yaitu dengan cara melihat kartu menuju sehat. Ketika grafik berada di bawah garis merah yang ada pada kartu KMS itu akan dirujuk ke puskesmas di wilayahnya masing – masing untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Karena untuk memastikan seseorang terkena gizi buruk, bukan hanya dari berat badan. Tapi ada indikacator lain yaitu umur dan tinggi badan,” tandasnya.

Sementara itu Diah M. Utari , ahli Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menuturkan sebenarnya program pemerintah untuk mengatasi gizi buruk dan masalah gizi kurang  sejak puluhan tahun yang lalu sudah dilakukan .

Menurutnya perbaikan gizi, tak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, “ Sektor kesehatan hanya menyumbang 30% , sedangkan sektor non kesehatan bisa menyumbang perbaikan gizi hingga 70%,” jelas Diah di Peringatan Hari Gizi Nasional, (25/1) lalu. (aspari)

Source : http://www.penamerdeka.com

Tags

Related Articles

Loading...
Back to top button
×

Install Mobiel App Kami!

Responsive image Enjoy Super fast loading
Responsive image Get Exclusive Offer
Responsive image Works Offline
Just Click Add to Home

Install Mobile App Kami!


Responsive image Enjoy Super fast loading
Responsive image Get Exclusive Offer
Responsive image Works Offline

Klik 3 Titik kanan atas
& Pilih menu "Add to Home Screen"
App kami terpasang otomatis tanpa install

Install Mobile App Kami!


Responsive image Enjoy Super fast loading
Responsive image Enjoy Super fast loading
Responsive image Enjoy Super fast loading

Just Click Responsive image
& Pilih menu "Add to Home Screen"
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker